11 May 2017

Convert String to Date di Oracle dan MySQL

Jadi dulu saya ada case ingin import data dari excel ke MySQL. Di Excel, data tersebut di simpan dalam bentu Date/Datetime, dan ketika ingin diimport ke database, baik oracle maupun mysql punya standarisasi untuk dapat mengimport data tersebut. Data di Excel ini, nantinya bisa kita ubah menjadi String/char sekalian build up query insertnya di excel (dulu tools nya cuma punya itu).

Di Oracle kita bisa pakai fungi TO_DATE , dan di MySQL fungsi yang bisa kita gunakan adalah STR_TO_DATE. Beda dikit, tapi jangan ketuker :)

Fomat Date
Ketika kita ingin memformat dari string ke date, pastiin kita pakai mapping parameter yang sesuai.

Oracle TO_DATE Decription MySQL STR_TO_DATE
YYYY 4-digit year %Y
YY 2-digit year %y
RRRR 2 or 4-digit year, 20th century for 00-49 %Y
RR 2-digit year, 20th century for 00-49 %y
MON Abbreviated month (Jan - Dec) %b
MONTH Month name (January - December) %M
MM Month (1 - 12) %m
DY Abbreviated day (Sun - Sat) %a
DD Day (1 - 31) %d
HH24 Hour (0 - 23) %H
HH or HH12 Hour (1 - 12) %h
MI Minutes (0 - 59) %i
SS Seconds (0 - 59) %s

Untuk ngecek hasil mappingnya, bisa coba jalain query ini di Oracle:
SELECT TO_DATE('2017-05-11', 'YYYY-MM-DD') FROM dual;

atau query ini di MySQL:
SELECT STR_TO_DATE('2017-05-11', '%Y-%m-%d');
 
Jika datasource kita cuma tanggal, tapi mau diimport ke format datetime gimana? default nya sih format waktunya nanti akan menjadi 00:00:00. Tapi kalau ada isinya, nanti bisa disesuaikan pakai mapping di atas.

31 March 2017

Asyiknya Bermain Plarail

Plarail. Tadinya itu adalah kata yang sangat asing atau mungkin belum pernah saya dengar. Tapi sebulan belakangan ini, tiba-tiba saya kegandrungan dengan yang namanya Plarail ini. Apa itu Plarail? Mungkin istilah Tomica yang lebih sering di denger ya. Jadi Plarail (プラレール Purarēru?) yang dalam bahasa inggris dibaca Play rail, adalah mainan dengan jenis kereta-keretaan yang dibuat oleh perusahaan yang kini bernama Takara Tomy. Perusahaan ini juga yang memproduksi mainan mobil-mobilan (diecast) yang disebut Tomica (dalam bahasa inggris bisa juga disebut Tomi Cars). Selain kereta dan mobil ini, perusahaan ini juga memproduksi mainan dengan tema hewan (Ania) dan lain-lain yang nantinya menjadi Tomica World. Ribet ya hehe..

Source: http://plarailukcentral.blogspot.co.id/
Jadi awalnya itu saya mau beli mainan tomica buat anak saya cuma setelah dipikir-pikir mainan itu bahannya besi (diecast) dan cukup bahaya buat anak saya yang saat ini masih berumur 10 bulan-an. Setelah celingak-celinguk, tiba-tiba liat dus dengan gambar kereta Thomas yang cukup menarik. Diskusi sebentar dengan ibu negara dengan alih-alih "atas nama anak" (padahal bapaknya yang dari kecil pengen bener punya mainan semacam ini), akhirnya jadi deh beli mainan kereta-keretaan ini. Memang betul sih kata orang, kalo punya anak cowok, biasanya bapaknya itu ikutan jadi anak kecil lagi (baca : masa kecil yang kurang bahagia).

Plarail yang saya beli, karakternya Thomas (disini saya baru ngeh, meski sama-sama warna biru, tapi ada yang namanya Thomas, Edward dan juga Gordon, beda di nomor nya wkwkw) yang diambil dari serial anak Thomas and Friends, tapi selain karakter Thomas and Friends mereka juga punya kereta-kereta dengan karakter lain seperti Chuggington, Disney, dan juga kereta-kereta Jepang yang real ada di dunia nyata, salah satunya itu kereta-kereta yang saat ini digunakan oleh Commuter Line di Indonesia. Serunya, Plarail ini itu bisa dibongkar pasang dan didesain sesaui imajinasi anak-anak (dan bapaknya). Jadi mirip-mirip Lego sih, jadi nantinya ngga gampang bosen. Dan mereka (Tomi Takara) juga menjual parts rel kereta dengan beragam bentuk, dari yang double track, pertigaan, putaran balik, dll, yang bisa membuat jalur kereta ini makin kompleks. Cuma minusnya, nyari spare part dan keretanya ini susah banget, dan kalaupun ada, biasanya agak mahal. Sampai akhirnya ketemu komunitas Plarail Indonesia yang cukup bersahabat orang-orangnya dan senasib (awalnya beliin buat anak, lama-lama bapaknya yang ketagihan). Di komunitas ini, ada group jual beli nya (Plarail Indonesia - Market Place) yang kadang ada part atau kereta yang bisa kita dapatin dengan harga murah, tapi ya gitu, kalau ada yang harganya murah, mesti saingannya banyak jadi mesti cepet-cepetan sama temen-temen yang lain.

Source: http://plarailindonesia.com/


Set Thomas dengan Jembatan Goyang (Suspension Bridge)

Layout nya masih cupu

Asyiknya makan bermain plarail :)

01 March 2017

Tips Mengatasi 100% Disk Usage di Windows 8.1


Wah, target nulis satu bulan minimal satu postingan sepertinya gugur di bulan februari. Draft nya udah ada 1-2 judul, tapi ada aja alasan untuk menunda. Tapi seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, jadi mari kita lanjut "draft" ini menjadi postingan yang seutuhnya. hehe

Jadi begini, problemnya di komputer kantor sering betul nge-hang, dan setelah di trace komputer tersebut hang karena disk usage yang sampai di angka 98-100%, sementara memory (RAM) dan processor usage nya masih di rentang 20-30%. Dan kejadian ini, sehari bisa terjadi berkali-kali. Kok bisa? Nah iya, saya juga penasaran, kok bisa begitu.

Awalnya kecurigaan mengarah ke aplikasi Avamar yang dipakai kantor untuk membackup disk komputer kita, apabila sewaktu-waktu disk nya corrupt/hilang/dilock sm virus (kebetulan dulu sempet hits virus yang meng-encrypt folder/files dan minta tebusan untuk ngebuka nya), ict department tinggal me-restore hasil backup-an tersebut ke pc kita. Tapi setelah dicek en ricek, ternyata komputer saya ngga jalan aplikasi Avamar tersebut.

Next, kecurigaan ke Antivirus tapi setelah dicek konfigurasinya, ngga ada itu namanya scheduled scanning tiap berapa jam. Tapi kebanyakan software antivirus, punya fitur On Access Scan atau dia otomatis scan folder/file yang sedang kita buka, dan fitur ini sedikit banyak juga pasti makan resource, khususnya terkait disk usage diatas. Tapi biarkan lah setting an itu seperti itu, toh memang perlu juga.

Setelah mentok, akhirnya baca-baca sana sini, ketemu lagi suspect yang menyebabkan problem disk usage tadi, yaitu Windows Search dan Windows Superfetch. Konon, menurut artiket tersebut, di OS Windows 8 ke atas ada service (berjalan di background) yang berfungsi untuk indexing folder, file, email dan lain-lain, sehingga ketika kita melakuan search, hasilnya akan sangat cepat muncul. Saya merasakan sih kemudahan ini ketika mencari-cari email di Ms Outlook yang ukurannya udah bergiga-giga, untuk mencari email sesuai kriteria yang saya pilih, hasilnya cukup cepat. Tapi ternyata dibalik itu, hal ini lah salah satunya yang menyebabkan Disk usage saya menjadi 100%. Satu lagi yang ikut berperan adalah service Windows Superfetch. Nah kalo ini gunanya apa,setahu saya sih semacam temporary files (kalo di XP dulu namanya prefetch, tp gak tau itu barang yang sama apa ngga), lebih jelasnya bisa di googling dan di share disini :)

Oke, jadi apa yang saya lakukan? Saya coba disable kedua service tersebut. Caranya, buka command prompt as Administrator, kemudian ketik perintah berikut untuk men-stop windows search
net.exe stop "Windows search"
lalu ketik enter. Setelah ketik juga perintah berikut untuk men-stop superfetch
net.exe stop superfetch

Kalau mau permanent, bisa bukan Windows Services
Run >> ketik services.msc
Lalu cari Windows Search dan Superfetch, dan di disable. Untuk start stop servicenya juga bisa dari sini sebenernya.

Saya coba hampir sebulan, Alhamdulillah sudah ngga pernah ketemu lagi problem Disk Usage 100%. Tapi problem nya adalah, kalo saya mau nyari email, file dan folder tertentu di komputer saya, lama nya minta ampun, dan terkadang malah jadi No Result. Kenapa? ya karena service nya ta matiin wkwkwk.

Jadi, monggo dipilih sesuai kebutuhan. Performance or Usability?

Wassalamu'alaikum.

06 January 2017

Review Noosy Multimedia HDMI Dock

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul LCD Samsung Galaxy S4 I9500, disini saya akan coba sehare sedikit pengalaman saya dengan aksesoris ini.

Setup
Untuk setup-nya terbilang cukup mudah, jadi dock ini punya beberapa port yaitu:
  1. Port MicroUSB/Charger, supaya HP bisa ON terus sambil digunakan (cara seperti ini sih sebenernya agak kurang recommended, karena bisa mengurangi umur baterai, tapi berhubung batre hp saya sudah begitu adanya, ya ngga apa-apa jadinya)
  2. Port HDMI, gunanya untuk menampilkan display dan audio dari hp kita ke TV/Monitor.
  3. Port USB, ada 2 port usb, disini saya gunakan untuk menghubungkan mouse karena lcd hp saya sudah rusak, jadi ga bisa di kontrol kecuali pakai mouse.
  4. Terakhir, port MicroUSB untuk dihubungkan ke HP. Oiya, dock yang saya gunakan ini didesain untuk Samsung S/Note series, jadi kalau dicolok ke HP lain mungkin dock nya agak2 kurang pas. Pastikan juga HP nya mendukung teknologi MHL supaya bisa menampilkan displaynya ke TV ya.

Penampakannya seperti ini (agak berantakan waktu ngetes di kantor)






Fungsi
Terus apa fungsinya? Disini saya coba memanfaatkan hp saya yang sudah rusak untuk menjadikan TV dirumah menjadi TV yang SMART dengan system android (bahasanya sok iye bener hehe). Jadi, di hp itu saya bisa install aplikasi seperti Skype untuk video call, game-game android kalau keponakan-keponakan yang main ke rumah, dan yang paling sering sih untuk nonton film.
Disini saya install aplikasi PopcornTime yang bisa diunduh gratis ke android, tapi sayangnya tidak tersedia di playstore (sepertinya karena masalah legalitas), jadi bisa download apk (installer) nya terus diinstall. Sebenarnya ada lagi aplikasi keren untuk nonton film, yaitu Kodi (yang dahulu namanya XBMC), tapi karena menurut saya aplikasi ini lebih mudah dan cepat.

Tampilannya kurang lebih seperti ini, jadi kita bisa pilih mau nonton Cinema atau Anime dan kategorinya mau Movie/TV series. Jadi untuk bapak beranak satu yang sudah hampir lupa rasanya nonton di bioskop, ini jadi pengobat rasa rindu nonton film-film box office.

Homescreen Popcorn Time


Penampakan HP dan HDMI Dock nya

Summary
Overall, ini dock ini melebihi ekspektasi saya dengan harga yang terbilang cukup murah (di bawah 100rb) namun tidak terlihat seperti barang murahan dan performanya menurut saya ok banget ketika dicoba untuk nonton 2 film secara marathon (kurang lebih 4 jam), baterai hp masih di angka 90-an persen yang artinya konsumsi daya dock ini ngga terlalu besar. Dock ini cocok untuk disandingkan dengan tv datar kamu yang belum SMART, supaya makin smart :)
Semoga tulisannya bermanfaat..

09 November 2016

LCD Samsung Galaxy S4 I9500

Singkat cerita, sekitar awal bulan oktober kemarin istri kedua handphone galaxy s4 saya terjatuh untuk kesekian kalinya. Cuma sayangnya, kali ini hp tersebut jatuh tepat di lcd dan membentur pinggiran trotoar jalan dan kebetulan tempered glass nya juga baru aja dicopot karena sudah retak cukup parah. Alhasil, lcd hp tersebut langsung ngga merespon sentuhan yg saya berikan (halah), selang beberapa menit mulai muncul bercak biru seperti warna stempel kelurahan yang masih basah, dan selang waktu berikutnya lcd mulai berwarna hitam dan hp sudah ngga bisa digunakan lagi. Hiks..

End of story? Belum.. Opsi pertama, awalnya saya ingin mencoba trik hp dimasukkan ke freezer yang dulu pernah berhasil saya terapkan di hp android pertama saya, motorola xt720 yang mengalami masalah yang sama dan bisa sembuh lagi, namun sayangnya saat itu lagi diluar rumah sehingga tidak bisa pakai cara itu, soalnya hp mesti dimasukkan ke freezer dan disimpan selama 2 hari 2 malam. Sesaat terdengar seperti HOAX? Beneran.. trik ini dulu pernah saya lakuin dan saya tuliskan di forum waktu masih aktif ngaskus. Saya agak lupa dapat triknya dari mana, cuma seinget saya itu dulu baca-baca forum XDA Developer dan ada temen di forum kasih yang nyaranin cara tersebut. Monggo aja di cek disini untuk lihat saksi sejarahnya.. hehe

Opsi kedua, ngecek ke samsung service center. Setelah tanya-tanya, ternyata harga LCD nya adalah 1.8jt rupiah. Hmm.. terdengar agak2 ngga masuk akal kalau mesti beli LCD seharga segitu dengan hp yang mulai ketinggalan jaman dan baterai super boros kayaknya harga 1.8 jt demi LCD s4 ini terasa kurang worth bagi saya. Dan setelah diskusi panjang lebar dengan menteri keuangan istri, browsing sana sini, streaming review hp dari yang bahasa inggris sampe bahasa indonesia, akhirnya memutuskan untuk membeli hp pengganti, dan pilihan kantong hati jatuh ke Xiaomi Redminote 3 versi Snapdragon Ram 2gb. Dengan perasaan setengah puas, tapi setengahnya lagi masih penasaran ada opsi lain atau ngga untuk menghidupkan hp s4 yg setengah mati tadi, karena secara hardware masih berjalan normal, dicolok ke komputer jg masih terbaca, kecuali layarnya yg udah tidak ada secercah harapan cahaya lagi. 

Opsi ketiga, pakai HDMI docking! Opsi ini sebenernya opsi terakhir yang terlintas di pikiran, jadi rencananya mau jadiin hp ini sebagai mini pc pakai docking yang bisa sambil di cas baterainya dan bisa di tampilkan displaynya via HDMI, terus nantinya tinggal diinstall aplikasi Kodi dan di kontrol dengan mouse serta keyboard USB. Terdengar make sense dan reasonable, tapi ternyata ketika search perangkat yang dimaksud di online store Indonesia (saya agak lupa kata kuncinya apa), hasil pencariannya cuma sedikit dan kalaupun ada harganya di atas 650rb. Hmmm.. batal deh kalo begini caranya. Nah, ngga tau ada angin apa, kemarin itu tiba-tiba iseng aja browsing di beberapa online store sambil nunggu maghrib, masukin kata kunci "s4 dock", dan keluar lah docking charger dan docking hdmi yang compatible untuk s4 dengan harga yang lebih reasonable 180-200an ribu rupiah. Dan setelah diurutkan dari yang termurah, eh ternyata ada yang jual HDMI Docking dengan merk Noosy seharga 54rb rupiah. Ngga pakai lama, ga pake babibu, langsung masukin cart dan diproses pembayaran besok paginya. Selang satu hari, barang udah sampai di kantor. Testing singkat, colok Micro USB untuk charging, HDMI cable untuk ke monitor, dan dicolok mouse untuk kontrol, hasilnya memuaskan. Alhamdulillah, istri kedua hp galaxy s4 dapat befungsi lagi meski harus dibantu beberapa alat. 

Di kesempatan berikutnya, insyallah saya akan coba share review penggunan alat murah meriah namun kaya fitur ini di galaxy s4 saya. Semoga bermanfaat..
HDMI Docking - Depan

HDMI Docking - Belakang