01 March 2017

Tips Mengatasi 100% Disk Usage di Windows 8.1


Wah, target nulis satu bulan minimal satu postingan sepertinya gugur di bulan februari. Draft nya udah ada 1-2 judul, tapi ada aja alasan untuk menunda. Tapi seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, jadi mari kita lanjut "draft" ini menjadi postingan yang seutuhnya. hehe

Jadi begini, problemnya di komputer kantor sering betul nge-hang, dan setelah di trace komputer tersebut hang karena disk usage yang sampai di angka 98-100%, sementara memory (RAM) dan processor usage nya masih di rentang 20-30%. Dan kejadian ini, sehari bisa terjadi berkali-kali. Kok bisa? Nah iya, saya juga penasaran, kok bisa begitu.

Awalnya kecurigaan mengarah ke aplikasi Avamar yang dipakai kantor untuk membackup disk komputer kita, apabila sewaktu-waktu disk nya corrupt/hilang/dilock sm virus (kebetulan dulu sempet hits virus yang meng-encrypt folder/files dan minta tebusan untuk ngebuka nya), ict department tinggal me-restore hasil backup-an tersebut ke pc kita. Tapi setelah dicek en ricek, ternyata komputer saya ngga jalan aplikasi Avamar tersebut.

Next, kecurigaan ke Antivirus tapi setelah dicek konfigurasinya, ngga ada itu namanya scheduled scanning tiap berapa jam. Tapi kebanyakan software antivirus, punya fitur On Access Scan atau dia otomatis scan folder/file yang sedang kita buka, dan fitur ini sedikit banyak juga pasti makan resource, khususnya terkait disk usage diatas. Tapi biarkan lah setting an itu seperti itu, toh memang perlu juga.

Setelah mentok, akhirnya baca-baca sana sini, ketemu lagi suspect yang menyebabkan problem disk usage tadi, yaitu Windows Search dan Windows Superfetch. Konon, menurut artiket tersebut, di OS Windows 8 ke atas ada service (berjalan di background) yang berfungsi untuk indexing folder, file, email dan lain-lain, sehingga ketika kita melakuan search, hasilnya akan sangat cepat muncul. Saya merasakan sih kemudahan ini ketika mencari-cari email di Ms Outlook yang ukurannya udah bergiga-giga, untuk mencari email sesuai kriteria yang saya pilih, hasilnya cukup cepat. Tapi ternyata dibalik itu, hal ini lah salah satunya yang menyebabkan Disk usage saya menjadi 100%. Satu lagi yang ikut berperan adalah service Windows Superfetch. Nah kalo ini gunanya apa,setahu saya sih semacam temporary files (kalo di XP dulu namanya prefetch, tp gak tau itu barang yang sama apa ngga), lebih jelasnya bisa di googling dan di share disini :)

Oke, jadi apa yang saya lakukan? Saya coba disable kedua service tersebut. Caranya, buka command prompt as Administrator, kemudian ketik perintah berikut untuk men-stop windows search
net.exe stop "Windows search"
lalu ketik enter. Setelah ketik juga perintah berikut untuk men-stop superfetch
net.exe stop superfetch

Kalau mau permanent, bisa bukan Windows Services
Run >> ketik services.msc
Lalu cari Windows Search dan Superfetch, dan di disable. Untuk start stop servicenya juga bisa dari sini sebenernya.

Saya coba hampir sebulan, Alhamdulillah sudah ngga pernah ketemu lagi problem Disk Usage 100%. Tapi problem nya adalah, kalo saya mau nyari email, file dan folder tertentu di komputer saya, lama nya minta ampun, dan terkadang malah jadi No Result. Kenapa? ya karena service nya ta matiin wkwkwk.

Jadi, monggo dipilih sesuai kebutuhan. Performance or Usability?

Wassalamu'alaikum.

06 January 2017

Review Noosy Multimedia HDMI Dock

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul LCD Samsung Galaxy S4 I9500, disini saya akan coba sehare sedikit pengalaman saya dengan aksesoris ini.

Setup
Untuk setup-nya terbilang cukup mudah, jadi dock ini punya beberapa port yaitu:
  1. Port MicroUSB/Charger, supaya HP bisa ON terus sambil digunakan (cara seperti ini sih sebenernya agak kurang recommended, karena bisa mengurangi umur baterai, tapi berhubung batre hp saya sudah begitu adanya, ya ngga apa-apa jadinya)
  2. Port HDMI, gunanya untuk menampilkan display dan audio dari hp kita ke TV/Monitor.
  3. Port USB, ada 2 port usb, disini saya gunakan untuk menghubungkan mouse karena lcd hp saya sudah rusak, jadi ga bisa di kontrol kecuali pakai mouse.
  4. Terakhir, port MicroUSB untuk dihubungkan ke HP. Oiya, dock yang saya gunakan ini didesain untuk Samsung S/Note series, jadi kalau dicolok ke HP lain mungkin dock nya agak2 kurang pas. Pastikan juga HP nya mendukung teknologi MHL supaya bisa menampilkan displaynya ke TV ya.

Penampakannya seperti ini (agak berantakan waktu ngetes di kantor)






Fungsi
Terus apa fungsinya? Disini saya coba memanfaatkan hp saya yang sudah rusak untuk menjadikan TV dirumah menjadi TV yang SMART dengan system android (bahasanya sok iye bener hehe). Jadi, di hp itu saya bisa install aplikasi seperti Skype untuk video call, game-game android kalau keponakan-keponakan yang main ke rumah, dan yang paling sering sih untuk nonton film.
Disini saya install aplikasi PopcornTime yang bisa diunduh gratis ke android, tapi sayangnya tidak tersedia di playstore (sepertinya karena masalah legalitas), jadi bisa download apk (installer) nya terus diinstall. Sebenarnya ada lagi aplikasi keren untuk nonton film, yaitu Kodi (yang dahulu namanya XBMC), tapi karena menurut saya aplikasi ini lebih mudah dan cepat.

Tampilannya kurang lebih seperti ini, jadi kita bisa pilih mau nonton Cinema atau Anime dan kategorinya mau Movie/TV series. Jadi untuk bapak beranak satu yang sudah hampir lupa rasanya nonton di bioskop, ini jadi pengobat rasa rindu nonton film-film box office.

Homescreen Popcorn Time


Penampakan HP dan HDMI Dock nya

Summary
Overall, ini dock ini melebihi ekspektasi saya dengan harga yang terbilang cukup murah (di bawah 100rb) namun tidak terlihat seperti barang murahan dan performanya menurut saya ok banget ketika dicoba untuk nonton 2 film secara marathon (kurang lebih 4 jam), baterai hp masih di angka 90-an persen yang artinya konsumsi daya dock ini ngga terlalu besar. Dock ini cocok untuk disandingkan dengan tv datar kamu yang belum SMART, supaya makin smart :)
Semoga tulisannya bermanfaat..

09 November 2016

LCD Samsung Galaxy S4 I9500

Singkat cerita, sekitar awal bulan oktober kemarin istri kedua handphone galaxy s4 saya terjatuh untuk kesekian kalinya. Cuma sayangnya, kali ini hp tersebut jatuh tepat di lcd dan membentur pinggiran trotoar jalan dan kebetulan tempered glass nya juga baru aja dicopot karena sudah retak cukup parah. Alhasil, lcd hp tersebut langsung ngga merespon sentuhan yg saya berikan (halah), selang beberapa menit mulai muncul bercak biru seperti warna stempel kelurahan yang masih basah, dan selang waktu berikutnya lcd mulai berwarna hitam dan hp sudah ngga bisa digunakan lagi. Hiks..

End of story? Belum.. Opsi pertama, awalnya saya ingin mencoba trik hp dimasukkan ke freezer yang dulu pernah berhasil saya terapkan di hp android pertama saya, motorola xt720 yang mengalami masalah yang sama dan bisa sembuh lagi, namun sayangnya saat itu lagi diluar rumah sehingga tidak bisa pakai cara itu, soalnya hp mesti dimasukkan ke freezer dan disimpan selama 2 hari 2 malam. Sesaat terdengar seperti HOAX? Beneran.. trik ini dulu pernah saya lakuin dan saya tuliskan di forum waktu masih aktif ngaskus. Saya agak lupa dapat triknya dari mana, cuma seinget saya itu dulu baca-baca forum XDA Developer dan ada temen di forum kasih yang nyaranin cara tersebut. Monggo aja di cek disini untuk lihat saksi sejarahnya.. hehe

Opsi kedua, ngecek ke samsung service center. Setelah tanya-tanya, ternyata harga LCD nya adalah 1.8jt rupiah. Hmm.. terdengar agak2 ngga masuk akal kalau mesti beli LCD seharga segitu dengan hp yang mulai ketinggalan jaman dan baterai super boros kayaknya harga 1.8 jt demi LCD s4 ini terasa kurang worth bagi saya. Dan setelah diskusi panjang lebar dengan menteri keuangan istri, browsing sana sini, streaming review hp dari yang bahasa inggris sampe bahasa indonesia, akhirnya memutuskan untuk membeli hp pengganti, dan pilihan kantong hati jatuh ke Xiaomi Redminote 3 versi Snapdragon Ram 2gb. Dengan perasaan setengah puas, tapi setengahnya lagi masih penasaran ada opsi lain atau ngga untuk menghidupkan hp s4 yg setengah mati tadi, karena secara hardware masih berjalan normal, dicolok ke komputer jg masih terbaca, kecuali layarnya yg udah tidak ada secercah harapan cahaya lagi. 

Opsi ketiga, pakai HDMI docking! Opsi ini sebenernya opsi terakhir yang terlintas di pikiran, jadi rencananya mau jadiin hp ini sebagai mini pc pakai docking yang bisa sambil di cas baterainya dan bisa di tampilkan displaynya via HDMI, terus nantinya tinggal diinstall aplikasi Kodi dan di kontrol dengan mouse serta keyboard USB. Terdengar make sense dan reasonable, tapi ternyata ketika search perangkat yang dimaksud di online store Indonesia (saya agak lupa kata kuncinya apa), hasil pencariannya cuma sedikit dan kalaupun ada harganya di atas 650rb. Hmmm.. batal deh kalo begini caranya. Nah, ngga tau ada angin apa, kemarin itu tiba-tiba iseng aja browsing di beberapa online store sambil nunggu maghrib, masukin kata kunci "s4 dock", dan keluar lah docking charger dan docking hdmi yang compatible untuk s4 dengan harga yang lebih reasonable 180-200an ribu rupiah. Dan setelah diurutkan dari yang termurah, eh ternyata ada yang jual HDMI Docking dengan merk Noosy seharga 54rb rupiah. Ngga pakai lama, ga pake babibu, langsung masukin cart dan diproses pembayaran besok paginya. Selang satu hari, barang udah sampai di kantor. Testing singkat, colok Micro USB untuk charging, HDMI cable untuk ke monitor, dan dicolok mouse untuk kontrol, hasilnya memuaskan. Alhamdulillah, istri kedua hp galaxy s4 dapat befungsi lagi meski harus dibantu beberapa alat. 

Di kesempatan berikutnya, insyallah saya akan coba share review penggunan alat murah meriah namun kaya fitur ini di galaxy s4 saya. Semoga bermanfaat..
HDMI Docking - Depan

HDMI Docking - Belakang

04 November 2016

Aksi Damai 4 November 2016 (411)

Pada hari ini Jumat 3 Safar 1438 Hijriyah atau 4 November 2016 Masehi, tepatnya setelah sholat jumat akan diadakan Aksi Damai untuk meminta penegakan proses hukum terhadap Ahok yang dalam kesempatan terpisah telah menyampaikan statement yang menurut sebagian besar ulama, mengandung unsur penistaan agama. Banyak sekali broadcast artikel yang disebar di medsos ataupun di whatsapp, yang berisi tulisan dari yang benar sampai yang ngawur, dari yang jelas fakta dan datanya sampai motede cocoklogi yang entah belajar dimana, dari yang adem hati sampai yang bikin panas telinga. Sikap preventif juga ditunjukkan oleh pemerintah, dari pengamanan ekstra ketat, pertemuan kesana kesini, dan yang terkahir adanya penutupan sebagian website yang dianggap mengandung isu SARA.

Apa boleh kita berburuk sangka (suuzdon) kepada orang lain?
Apa pantas kita menghujat para ulama dengan keilmuannya, sementara kita yang fakir ilmu dan masih penuh dosa?
Apa pantas kita menghujat pemerintah sementara syariat kita tidak mengajarkan cara seperti itu dalam menasihati pemerintah?
Apa pantas kita men-judge saudara-saudara kita ini yang berangkat, pasti dibayar sama si A atau si B hanya berdasar kata orang?
Apa dibolehkan kita main hakim sendiri, mengancam membunuh dan sebagainya, sementara ada aparat yang berwenang menindak hal tersebut?
Saya rasa kita semua sepakat, jawaban dari semua pertanyaan diatas adalah tidak.

Jadi, bagaimana sikap kita?
Yang mau turun bersama dalam aksi tersebut, mari turun dengan semangat dan akhlak islam yang baik.
Yang tidak turun pun, tidak perlu men-judge saudara-saudara lainnya, tapi doakan agar Allah menjaga mereka dan aksi dapat berjalan aman dan damai.
Doakan pemerintah dan penegak hukum dapat bekerja dengan baik dan netral.
Doakan ahok agar dia mendapat hidayah dan tidak mengulangi hal ini lagi.
Dan terakhir, semoga aksi berjalan aman, damai dan tidak ada kericuhan yang terjadi, sert semoga persatuan Indonesia, khususnya umat muslim Indonesia semakin terjaga.

Aamiin..

02 November 2016

Remote Kamera DSLR Menggunakan HP

Entah sudah berapa lama postingan ini saya simpan sebagai draft, tapi belum kunjung saya posting juga. Beruntung ada teman kantor yang bisa menjadi panutan, Mas Galih namanya. Semangat nya nge-blog, terkadang membuat saya yang mulai malas menulis, menjadi termotivasi lagi untuk sharing tulisan sederahana ini. Supaya ngga terlalu panjang intermezo, langsung aja ke main discussionnya ya.


Requirements
Complete Setup


Nah disini, saya ingin share sebuah aplikasi mobile yang saya rasa cukup berguna bagi teman-teman yang punya hobby atau bekerja di bidang fotografi. Nama aplikasi yang dimaksud adalah DSLR Controller, fungsi nya adalah sebagai view finder dan control dari kamera DSLR menggunakan smartphone kita. Dalam membuat tulisan ini, saya menggunakan hp Samsung Galaxy S4 dan kamera Canon EOS 60D.

Jadi hp kita hubungkan dengan kabel OTG, kemudian kita hubungkan dengan kamera menggunakan kabel USB. Ketika sudah terhubung, kita bisa memotret dan mengatur konfigurasi kamera dari hp kita tadi. Jadi sama aja dong fungsinya dengan bawaan aplikasi Canon EOS Utility yang dapat digunakan di platform PC? Betul sekali, hanya saja disini role PC atau Notebook tadi, sudah digantikan oleh smartphone kita. Lebih ringkes kan jadinya.

Oiya, jadi cara ini dulu sebenernya saya dapat ketika ingin melakukan foto produk/foto anak. Jadi kamera sudah menempel di tripod nya, baru saya koneksikan dengan hp dan aplikasi ini. Salah satu fitur nya juga adalah remote shutter, jadi bisa dipake untuk selfie foto bareng keluarga sebagai alternatif fungsi timer yang mengharuskan kita lari2 ke barisan supaya ikut ke foto.

Yah, kurang lebih itu dulu yang dapat saya share, mudah-mudahan bisa disambung lagi lain waktu.

Images source : link  (thanks so much)